Suara di Kepala Jam 2 Pagi
Untuk pembaca remaja Hujan turun pelan di luar jendela. Lampu kamar hanya menyala dari layar laptop yang belum dimatikan sejak tadi malam. Jam digital di meja belajar menunjukkan pukul 02.07. Arga belum tidur. Ia duduk bersandar di kursi, memandangi daftar jurusan kuliah yang terbuka di layar. Teknik Informatika. Desain Komunikasi Visual. Psikologi. Semua terasa asing sekaligus menakutkan. Di kepalanya, suara-suara mulai muncul lagi. "Kalau salah pilih gimana?" "Kalau ternyata kamu biasa aja?" "Semua orang sudah punya tujuan. Kamu kapan?" Arga mengusap wajahnya pelan. Dadanya terasa sesak, bukan karena sakit, tapi karena terlalu banyak pikiran yang datang bersamaan. Di grup kelas, teman-temannya terlihat sibuk membahas universitas impian. Ada yang sudah ikut bimbingan belajar mahal. Ada yang yakin ingin jadi dokter. Ada yang bahkan sudah diterima jalur prestasi. Sedangkan Arga? Ia bahkan belum yakin sebenarnya ingin jadi siapa. Ponselnya bergetar. Sebua...