Sekolah Tanpa Ranking
Untuk pembaca remaja Pada tahun 2042, hampir semua sekolah di Indonesia telah meninggalkan sistem ranking dan nilai angka. Ujian masih ada, tugas masih ada, bahkan kecerdasan buatan membantu proses belajar. Namun rapor tidak lagi menampilkan angka 85, 90, atau 100. Sebagai gantinya, setiap siswa memiliki Indeks Reputasi Karakter (IRK). Sistem ini dibuat setelah bertahun-tahun para ahli pendidikan mengkritik budaya mengejar angka yang dianggap membuat siswa stres, saling bersaing secara tidak sehat, dan sering mengabaikan kejujuran. IRK mengukur banyak hal: - Kejujuran. - Tanggung jawab. - Kerja sama. - Kepedulian sosial. - Disiplin. - Konsistensi membantu orang lain. Data dikumpulkan dari aktivitas sekolah, proyek kelompok, catatan guru, hingga interaksi digital yang disetujui oleh siswa dan orang tua. Awalnya semua orang menyambut gembira. Tidak ada lagi murid yang dipermalukan karena ranking rendah. Tidak ada lagi perburuan nilai sempurna. Tidak ada lagi pertanyaan, "Kamu ran...